Thingyan Tahun Baru Myanmar Dan Keseruan Water Festival

Apa Itu Thingyan dan Kapan Tahun Baru Myanmar ?

Bulan April adalah bulan yang sangat dinantikan masyarakat Myanmar. Betapa tidak ? Bulan ini merupakan peralihan dari musim panas memasuki musim hujan. Bulan ini juga dirayakan sebagai awal musim semi dengan hasil panen yang melimpah ruah. Mereka akan berpesta selama berhari hari lamanya untuk mengucap syukur atas berkat yang didapatkan.

Jika dulu mereka akan libur nasional selama 2 minggu tapi saat kami berada di sana libur nasional tinggal seminggu saja. Jalan menjadi sepi. Toko toko tutup. Tak ada orang melakukan aktivitas selain hanya tinggal di rumah saja. Kami harus stock bahan makanan selama perayaan itu. Antisipasi jika benar benar tak ada warung yang buka.

Perayaan itu disebut Thingyan. Thingyan adalah tahun baru Myanmar yang dirayakan dengan siram siraman air atau water festival. Biasanya jatuh pada pertengahan April. Untuk tahun ini Thingyan jatuh pada tanggal 13 sampai 16 April. Perayaan serupa ini dirayakan serentak juga di Thailand, Kamboja, Laos, Srilangka dan Bangladesh pada bulan yang sama .

Acara siram siram air ini atau disebut juga Mekong water festival dirayakan hanya oleh 4 negara, yaitu di Myanmar disebut Thingyan. Di Thailand dikenal dengan nama Songkran yang sudah lebih dulu dikenal di kalangan turis mancanegara. Sementara di Kamboja disebut Chaul Chnam Thmey dan di Laos disebut Pimai.

Sebelum perayaan Thingyan tiba biasanya akan ada orang-orang membawa bunga di tangannya atau menyelipkan di rambutnya. Namanya Padauk. Padauk ini adalah bunga nasional Myanmar. Disebut juga bunga Thingyan. Saat bunga ini bermekaran seluruh warna di pohonnya akan kelihatan seperti kuning mas.

Bunga Padauk digambarkan sebagai lambang kekuatan dan kemampuan untuk bertahan lama. Kecantikan Bunga Padauk ini menandakan kemudaan , cinta dan romansa. Wanginya akan merebak semerbak. Mereka percaya dengan wangi bunga ini akan membawa keberuntungan. Bunga Padauk ini banyak ditanam di sepanjang jalan. Pohonnya besar dan tinggi. Saya juga ikutan memetiknya atau meminta dari orang lokal yang sedang memetiknya dan membawanya pulang untuk ditaruh di pot. Sayangnya bunga ini tak bisa bertahan lama meskipun ditaruh dalam pot berisi air.

Pohon Bunga Padauk atau Bunga Thingyan sangat cantik kuning keemasan
Pohon Bunga Padauk atau Thingyan Flower

Bunga Padauk atau Thingyan Flower dijual di pinggir jalan prapatan Hledan
Bunga Padauk atau Thingyan Flower

Di mana dan Bagaimana Perayaan Thingyan itu ?

Persiapan untuk perhelatan sudah mulai terlihat satu bulan sebelum acara dimulai. Beberapa jalan raya dibangun panggung besar. Menurut orang lokal perhelatan ini baru diizinkan beberapa tahun terakhir. Terutama yang ada di sekitar Inya Lake dan Pyay Road yang berdekatan dengan Yangon University. Sementara pusat perayaan adalah di sekitar Mahabandoola Park.

Tempat tempat tersebut di atas berada di lokasi strategis yang biasanya banyak dikunjungi orang lokal saat liburan tiba. Inya Lake merupakan danau terbesar di Yangon dan Mahabandoola merupakan sebuah taman yang berada di pusat kota bersebelahan dengan Sule Pagoda.

Saya dan Pak Suami punya sekali kesempatan ikut merayakan dan menyaksikan acara yang dihelat secara besar besaran ini. Tahun pertama kami tinggal di sana tahun tak ikut merayakan karena kami memilih pergi liburan keluar Myanmar. Tahun kedua kami di sana sengaja tidak pergi ke mana mana hanya karena ingin menyaksikan perayaan besar ini. Jadi cerita ini terjadi April 2017. Di mana saat itu diadakan perayaan Thingyan Water Festival secara besar besaran di Yangon.

Kami tak tahu bagaimana bentuk perayaan ini. Tapi melihat besarnya panggung yang didirikan itu kami sudah mengira-ngira besarnya perayaan Thingyan ini. Saya dan pak Suami jadi ternanti nanti melihat perayaan ini.

Hari pertama perayaan Thingyan dimulai dengan berbagai upacara keagamaan. Malam hari pertama disebut a-kyo nei. Saat malam tiba mereka akan memainkan musik,menyanyi dan menari. Para perempuan memakai pakaian tradisional, memoles Thanaka di wajahnya dan menyematkan bunga Padauk di rambutnya.

Hari berikutnya disebut a-kya nei. Hari kedua ini mereka mempersiapkan untuk acara siram siraman yang dipercaya sebagai membasuh dosa dan siap untuk menyambut tahun baru. Mereka juga pulang kampung untuk merayakan acara ini di kampungnya masing masing dan bertemu orangtua mereka. Mereka melakukan acara mencuci rambut dengan shampo tradisional disebut Acacia. Acara water festival ini berlangsung selama beberapa hari. Dimulai dari jam 12.00-18.00.

Keseruan Perayaan Thingyan atau Water Festival di Sule Pagoda Yangon
Thingyan Water Festival di Sule Pagoda

Acara yang sempat kami ikuti berlokasi di Inya Lake. Sepanjang jalan utama Pyay Road di sekitar Inya Lake dibangun panggung besar tempat orang melakukan siram siraman denga selang besar yang sudah disediakn panitia. Airnya langsung diambil dari Inya Lake tersebut. Orang datang berduyun duyun dari berbagai penjuru kota dan daerah menggun akan pick up. Semua basah !

Panas matahari yang menyengat membuat orang orang senang diguyur air pakai selang yang sudah menyerupai semprotan pemadam kebakaran itu.Orang orang rela berlama lama berada dalam semprotan air untuk mendinginkan badan dari terik matahari. Sebagian ada yang sengaja mengisi tong dengan air dingin dengan batu es. Ketika disiramkan ke badan terasa dingin menyentakkan. Saya beberapa kali kena siraman air es ini. Brrhhh

Keseruan menikmati semprotan air saat Thingyan Water Festival di yangon
Thingyan Water Festival di Yangon

Di setiap jalan dan depan rumah penduduk lokal disediakan juga selang dan tong air untuk menyiram orang yang lewat. Siapapun yang lewat pasti basah tersiram air. Orang yang disiram air tidak akan protes tapi hanya akan tersenyum saja. Meskipun menolak dengan mengelak dari kerumunan orang yang sedang siram siraman itu jangan berharap akan lolos dari siraman air itu karena ternyata dari atas rumah yang berlantai, mereka pun sudah menyiapkan air untuk menyiram. Seperti diguyur air hujan.

Karena water festival ini diselenggarakan saat musim panas dan tak ada hujan, ada kebiasaan penduduk lokal untuk memindahkan ikan ikan dari danau kecil ke danau yang lebih besar dengan mengucapkan doa : aku sudah membebaskanmu sekali ini, bebaskanlah aku sebanyak 10 kali. Mereka sangat percaya dengan karma berbuat baik untuk mendapatkan karma baik.

Inilah pertama kali saya dan Pak Suami bisa melihat dan ikut dalam perayaan water festival ini. Keseruan lain yang sempat kami nikmati adalah berbaur dengan orang lokal di Mahabandoola Park. Di sinilah pusat water festival yang paling padat dan ramai. Untuk menuju ke sini harus melihat jalan yang tak terlalu padat agar tak terjebak macet. Panggung yang didirikan tak hanya untuk acara siram siram saja tapi juga penampilan group band yang ingin manggung menyumbangkan lagu. Khalayak semakin menggila terutama orang orang muda yang ikut berjoget ria mengikuti alunan musik band tersebut.

Dalam keramaian Thingyan Water Festival di tengah kota Yangon
Thingyan Water Festival

Kami hampir saja terjebak di salah satu jalan raya di tengah kota Yangon, yaitu Anarwahta road. Saat itu orang sudah sangat berdesak desakan dan kami melintas jalan kaki untuk memotong jalan ke arah Sule Pagoda. Ga nyangka kami didorong dari depan dan samping oleh kepadatan orang yang menyesaki jalan itu. Saya sempat panik, untung ada petugas yang segera membukakan jalan sehingga kami bisa lewat.

Semua penduduk lokal turut serta dalam euphoria perayaan tahunan ini. Hanya saja setiap perayaan ini tiba banyak juga yang menjadi korban kecelakaan akibat orang orang yang mabuk dan ugal ugalan berkendara. Setiap tahun korban akibat perayaan ini bisa mencapai ratusan orang. Selain itu angka kriminal juga meningkat sampai ribuan kali saat perayaan ini berlangsung. Jadi jika ingin ikutan water festival harus sangat hati hati sekali.

Tips untuk mengikuti acara Thingyan ini adalah :

  1. Datanglah sebelum hari H tiba.
  2. Siapkan perbekalan logistik yang cukup.
  3. Bawalah pakaian yang mudah kering.
  4. Carilah lokasi yang tak terlalu padat atau terlalu berkerumun.
  5. Jangan membawa gadget yang tak tahan air atau gunakan kantong waterproof.
  6. Jangan membawa barang berharga lainnya yang tak tahan air.
  7. Jangan menggunakan perhiasan berlebihan.
  8. Meskipun terlihat seru, hindari ikut rombongan dalam pick up beramai ramai.
  9. Segera mandi habis acara, karena air siraman bisa bikin gatal gatal.
  10. Siapkan mental, kalau ga mau basah basahan jangan ikutan karena kita takkan bisa luput dari siraman air.

Untuk tahun ini sepertinya acara ini ditiadakan karena masih pandemi dan kondisi politik di Myanmar masih belum menentu. Mungkin lain kali bisa ikutan ya. Selamat membaca.

Baca juga perjalanan kami ke Golden Rock di sini .

7 Comments

  1. Lagi kepanasan tiba-tiba diguyur air, rasanya pasti nyessss!! πŸ˜… Namun, keseruannya dinodai kriminal dan kecelakaan, ya, semoga pemerintah sana bisa meminimalisirnya agar seru maksimal 😍

    Suka

  2. Wow disiram air es pas cuaca lagi terik pasti banyak yang mau ikutan yah, suka banget deh kalau ada festival macam gini karena suasananya itu, pasti pengalaman yang tak terlupakan ya mba πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan ke Iid Yanie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.