Fuska Jajanan Pasar Tradisional Bangladesh Yang Wajib Dicoba

Apa Itu Jajanan Pasar

Kalau lagi pergi travelling kamu mau ga cobain masakan lokal di negeri yang kamu kunjungi ? Saya wajib mencobanya. Termasuk mencoba jajanan pasar atau street food. Apa itu jajanan pasar atau street food ?

Jajanan pasar adalah makanan tradisional yang diperjualbelikan di pasar , khususnya di pasar-pasar tradisional. Dalam pengertian lain, adalah berbagai macam makanan yang pada awalnya diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional. Meskipun telah banyak beredar makanan instan dan modern, jajanan pasar masih tetap digemari karena beberapa alasan, antara lain harganya yang relatif terjangkau dengan rasa yang enak, dan ada banyak pilihan beragam yang disediakan.

Street Food

Biasanya jajanan pasar ini rasanya lebih original dan otentik di lidah dibandingkan dengan yang disajikan di restaurant mahal. Dalam dunia perhotelan juga, untuk meningkatkan daya tarik bagi para tamu sudah menyediakan jajanan pasar pada saat sarapan pagi. Untuk bisa merasakan jajanan pasar dengan rasa yang lebih original dan otentik itu kami lebih suka berburu ke pasar tradisional atau mencari di pinggiran jalan yang menyediakan jajanan tersebut.

Kali ini saya mau menceritakan bagaimana kami mencoba jajanan pasar tradisional di Bangladesh. Sama halnya dengan negara kita, di Bangladesh juga banyak tersedia jajanan pasar. Tapi jujur saja, awalnya saya ogah untuk mencoba jajanan pasar di sini. Kenapa ? Seperti kebanyakan yang sudah kita ketahui terutama para traveller yang sudah pernah ke Asia Selatan, pasti tahu bagaimana kondisi jajanan pasar di sini. Kotor dan tidak higyenis. Sudah banyak korban sakit perut setelah makan atau jajan sembarangan di Asia Selatan, terutama India dan Bangladesh ini.

Mungkin karena adapatasi perut yang tak terbiasa dengan jenis makanan di sini yang sangat berbumbu juga faktor kebersihannya kurang diperhatikan pedagangnya. Saya termasuk korban juga. Pernah mengalami sakit perut, diare parah selama lima hari di India. Owh.. itu pengalaman yang sangat menyakitkan bagi saya. Itulaha alasan saya sangat berhati hati jajan sembarangan di India. Bagaimana dengan di Bangladesh. Ya, tak jauh beda jugalah.

Tapi rasa penasaran saya untuk mencoba jajanan pasar itu selalu meronta ronta. Apalagi melihat banyak orang mengelilingi satu pedagang makanan. Rasa ingin tahu pasti membuncah. Apa sih makanan itu. Enak ga sih. Kok ramai banget orang. Kok makanan itu ada di mana mana ? Mulailah saya dan Pak Suami mencari tempat menjajakan makanan tersebut yang layak untuk dicoba. Tempatnya harus yang bersih pedagangnya juga harus bersih agar terhindar dari sakit perut. Asal tahu saja, selama musim dingin dan panas debu di Bangladesh itu banyak sekali beterbangan di udara karena hujan tak datang berbulan bulan lamanya. Selain itu banyak sekali galian karena pembangunan di mana mana. Jadi jangan sembarangan memilih tempat jajanan pasar. Jajanan pasar yang saya mau coba kali ini adalah fuska.

Apa Itu Fuska ?

Panipuri atau  fuchka atau gupchup atau golgappa adalah sejenis jajanan pasar yang berasal dari Asia Selatan. Biasanya ada di India, Pakistan, Nepal dan Bangladesh.Fuska ini terbuat tepung roti yang dibuat berbentuk bola bola kecil yang digoreng. Bola-bola kecil ini diisi dengan kentang yang dihaluskan macam perkedel, bawang merah, bumbu masala, cabe. Rasanya sedikit pedas karena bumbu dan cabenya yang dicampur dengan kentang giling tersebut. Ada saos cair yang rasanya juga pedas asam manis dibuat sebagai tambahan kuahnya.

Fuska isi kentang dan ayam tandoori
Danau Hatirhjheel tempat makan fuska yang asyik sambil menikmati pemandangan di Dhaka

In this era of expensive cafes,

Be the one who loves to

experience street food

~writers point~

Di Mana Bisa Mendapatkan Fuska ?

Fuska ini sangat mudah didapatkan di mana mana. Di pinggir jalan atau di tempat tongkrongan macam tepi sungai atau danau pedagang fuska ini pasti ada. Juga di tempat yang banyak orang melintas. Biasanya mereka ada di sore hari sampai malam hari. Harganya pun tak mahal, sangat terjangkau. Sekitar 100-120 Taka perporsi. Isinya sekitar 6-8 biji.

Pertama kali saya mengenal jajanan pasar di Bangladesh itu adalah fuska. Waktu itu kami sedang jalan-jalan di sekitar Keane Bridge yang terkenal itu di Sylhet. sambil menunggu matahari tenggelam kami melihat ada pedagang yang berjejer di sepanjang tepi sungai Surma. Kami lihat lokasi para pedagang itu cukup bersih dan pedagangnya menata makanannya juga rapi dan bersih. Terbersitlah dalam hati ingin duduk duduk di situ dan mencoba makanan yang dijajakan tersebut.

Setelah mencoba memakan fuska ini, ternyata rasanya memang enak. Hanya saja saya tak tahan dengan rasa pedasnya itu. Fuska ini dimakan dengan cara menuangkan kuah soasnya ke dalam fuska sampai luber kemudian memasukan ke dalam mulut sekaligus. Rasakan sensasi kriuk kriuknya dengan rasa pedas campuran kentang di dalamnya dan kuah saosnya yang luber di mulut. Buat penikmat makanan pedas pastilah sangat menyukai rasa ini. Namun saya tidak demikian. Saya harus mengeluarkan dulu semua irisan cabe yang ada di dalam fuska itu dan memakan isinya satu persatu. Ga banget kan ya, pasti begitu pemikiran orang lokal. Masa makan fuska begitu ? hahaha… Daripada saya kepedasan tak apalah, iya kan.

Untuk kedua kalinya saya makan fuska ini di tepi Danau Hatirjheel. Di sini ada sebuah restaurant atau lebih tepatnya foodcourt, namanya Fountain View. Di sini saya dan Pak Suami bisa menikmati pemandangan danau di sore dan malam hari sambil makan fuska. Tempatnya bersih dan tertutup dan cukup nyaman dan pengunjung sangat ramai. Selain di foodcourt ini, ada beberapa tempat lagi di sepanjang tepi danau ini tempat yang bisa duduk nongkrong sambil makan fuska. Jika diperhatikan cara orang lokal makan fuska, kadang mereka terlihat saling menyuapi ke mulut teman yang lain. Hmmm….mungkin itu salah satu cara mereka menunjukkan penghargaan terhadap temannya itu.

Nah, bagaimana dengan pembaca sekalian ? Tertarik untuk mencoba jajanan pasar di Bangladesh ini ? Jika ingin membuat sendiri bisa juga dengan mencoba resep di sini .

Baca juga : Cara membuat nasi biryani yang mudah dan praktis.

Bacaan lain yang terkait : Jelajah Sylhet Tujuan Wisata di Bangladesh.

Street food ,

I believe

is the salvation

of human the race

~Anthony Bourdain~

11 Comments

  1. Sebagai penyuka makanan pedas, saya penasaran dengan fuska ini, Mbak. Mirip-mirip roti goreng gitu ya tapi ini unik. Bagian atasnya kebuka gitu, ya?

    Suka

  2. Fuska…punya banyak nama ya mb. Jadi ingin mencoba rasa pedasnya… kalau di Indonesia seperti apa kira-kira mb? Seperki kroket?

    Makin penasaran,segera meluncur ke resep biar bisa buat dan mencoba Fuska

    Suka

  3. Tadinya saya pikir ini kue ketan mba hehe rupanya ada bahan kentang dan rasanya pedas gitu ya, jadi penasaran sama rasanya, di Indonesia yang jual makanan ini pun jarang ya

    Suka

  4. Wah, Asia Selatan ya. Banyak tuh di Denpasar orang keturunan Asia Selatan, seperti Bangladesh dan India. Kalau saya pernah makan khas Asia Selatan roti canai/maryam dan samosa. Bangladesh alamnya masih bagus ya, Danau terlihat bersih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.