Kenapa Saya Harus Menulis Di Blog ?

Saya mulai mengenal dunia tulis menulis itu sejak adanya media sosial yang namanya Facebook. Sekitar tahun 2009 saya sudah create akun Fb tapi tak tahu mau menulis apa. Waktu ruang posting masih sangat terbatas memuat hanya 140 kata. Jadilah kala itu bikin status yang seadanya saja. Hampi semua pengguna Fb hanya bikin status galau yang hanya butuh untuk diperhatikan.

Misalnya : Hari ini makan apa ya ? Duh, hidungku mampet, lagi flu nih … Anakku lagi sakit, ya Tuhan sembuhkanlah anakku, dan lain sebagainya. Sekali dua kali bikin dan baca status begitu masih enaklah dikomentari, lama lama kan bosen juga ya. Sempat saya merasa malas untuk Fb an karena rasanya tak bertambah wawasan saya.

Suatu waktu adalah teman sekolah SMA saya dulu menandai saya sebuah note. Saya juga belum banyak tahu soal note ini. Ternyata untuk menulis sesuatu yang panjang itu bisa dalam note. Saya membaca tulisan teman saya itu, namanya Frans Nadeak. Saya pikir keren juga ini orang bisa bikin tulisan seperti itu. Saya lihat banyak orang berkomentar di sana. Komentarnya seru seru. Ada yang serius tapi ada juga yang kocak. Menurut saya, orang yang berkomentar di sana itu asyik asyik dan berpikiran terbuka. Wah, bagus juga ini saya berteman dengan mereka. Sayapun mulailah ikut berkomentar di lapaknya Frans Nadeak waktu itu. Dari sana saya mulai banyak menemukan kawan baru. Status yang saya bacapun mulailah bervariasi. Tak lagi melulu soal kegalauan atau curhat curhat yang tak penting. Ternyata dalam bermedia sosial itu penting sekali kita berada di jalur pertemanan yang tepat.

Dari hanya jadi pembaca dan pemberi komentar saya mulai membuat tulisan tulisan kecil di note karena keterbatasan kolom postingan. Ternyata banyak juga penulis lain yang menggunakan note ini sebagai tempat menuangkan ide berbagai tulisan. Semakin banyak saya berteman dengan mereka semakin banyak saya ditandai di antara penulis alam maya itu. Dari sanalah saya mulai belajar menulis. Dari mereka yang suka membagikan bagaimana cara menulis.

Adalah satu guru menulis yang sangat populer waktu itu dengan istilah EWT, singkatan dari Ersis Writing Theory. Pak Ersis ini mengajak para pengguna Fb untuk belajar menulis dengan cara mudah, yaitu menuliskan apa saja yang ada di pikiran. Pokoknya tulisakan saja, apapun itu. Biarkan semua kata kata yang berada di pikiran mengalir dalam bentuk tulisan. Jangan pikirkan tulisan itu bagus atau tidak, dibaca orang atau tidak. Yang penting adalah kita menulis terus. Ibarat membuka keran air biarkan kata kata itu terus mengalir menjadi tulisan.

Saya mencoba mempraktekkan teori ini dan berhasil. Saya mulai menulis dari status panjang di Fb sampai bikin note sendiri kemudian coba coba bikin blog. Di kemudian hari seiring perkembangan kekinian Fb, note ini kemudian tak lagi dipakai. Sementara kolom status atau postingan berubah menjadi lebih flleksibel. Bisa memuat tulisan sampai jumlah kata yang tak terbatas. Kekurangannya adalah pengguna Fb untuk menulis jadi kesulitan mencari tulisan lama. Berbeda saat ada note sangat memudahkan pengguna mencari tulisan yang sudah lama.

Saya mulai memindahkan beberapa tulisan saya di blog. Waktu itu saya juga ga terlalu paham soal design blog ini. Bagaimana caranya untuk mendatangkan pembaca? Blog saya sepi pengunjung. Lama lama saya tak lagi menulis di blog. Kembali ke Fb karena lebih interaktif di sini. Sayapun melupakan blog itu. Bahkan nama blognya saya sampai lupa …hehehe

Kemudian Fb juga tak nyaman lagi untuk bermedia sosial dan berinteraksi dengan teman yang lain. Penyebabnya adalah pilkada 2012 dan pemilu 2014. Teman yang tadi sepemikiran dalam satu note ternyata memiliki pandangan yang jauh berbeda soal politik. Seperti ada yang sengaja menyulut ada saja postingan yang melintas yang membuat perdebatan panjang dengan sesama pengguna Fb. Orang orang mulai saling benci, saling blok pertemanan. Fb menjadi teman yang tak nyaman untuk bertukar pikiran. Tak terkecuali saya terikut polarisasi tersebut. Saya mulai menarik diri dari teman yang lain. Menjauh karena tak ingin gelut online. Sangat menguras tenaga dan pikiran.

Saya sempat menghilang tak menulis lagi Fb hampir dua tahun lamanya. Seiring itu saya juga hidup berpindah pindah negara ikut suami saya kerja di luar negeri. Dari pengalaman ikut travelling dengan Pak Suami, saya banyak mendapat pengalaman di mancanegara. Sayang sekali jika semua pengalaman itu tak saya tuliskan. Saya pun mulai lagi membuat catatan catatan kecil di Fb. Sampai kemudian Fb tak cukup untuk menampung semua kisah perjalanan saya itu.

Saya ingin yang membaca bukan hanya teman saya di Fb, tapi orang lain yang tak berteman dengan saya. Saya ingin tulisan saya dibaca orang lain dan membagikan semua pengalaman saya di negeri orang. Syukur syukur memberi manfaat dan informasi yang diperlukan pembaca. Itu menjadi tujuan dan misi saya, kenapa saya harus menulis di blog. Jikapun tidak, ga apa apa. Saya anggap saja itu hobby karena saya memang suka menulis.

Belajar Menulis adalah

Belajar menangkap moment kehidupan dan menjadikannya sebuah keabadian dalam bentuk tulisan.

Saya kumpulkan kembali semua kisah perjalanan saya mulai dari tahun 2016 sampai sekarang. Saya mulai menulis lagi di blog Maret 2019. Usia blog ini baru 2 tahun. Sempat juga saya vakum menulis selama pandemi dari Maret 2020 sampai Januari 2021. Saya belum terlalu fokus. Mengingat sekarang masih masa pandemi dan keterbatasan orang orang untuk travelling termasuk kami membuat saya lebih punya waktu banyak untuk menulis lagi di blog ini.

Selain menulis sebagai hobby, saya juga ingin meningkatkan kemampuan menulis saya menjadi penulis profesional. Saya mulailah mengambil kelas menulis online. Dari pertemanan orang orang yang suka travelling dan menulis, saya melihat ada satu kelas yang menarik yang dibagikan di linimasa Fb. Saya tertarik kemudian ikut daftar untuk belajar jadi penulis profesional. Ternyata tak mudah ya menjadi penulis profesional itu. Kalau menulis hanya sekedar hobby sih gampang, asal tulis kemudian posting saja. Tapi untuk menjadi penulis profesional itu banyak yang harus dipelajari dan diketahui. Saya mencoba mengikuti semua proses itu.

Dari kelas akademipenulisbuku.id dengan mentor Pak Anang YB saya banyak belajar tentang dunia kepenulisan. Bahwa apa yang saya lakukan selama ini belum ada apa apanya. Saya hanya sekedar bisa menulis. Sementara ilmu lainnya masih banyak tersimpan bagaikan harta karun yang harus saya gali. Untuk bisa menggalinya saya harus memiliki peta harta karun tersebut agar penggalian saya tak sia sia.Di sinilah saya membekali diri dengan ilmu menulis sebanyak banyaknya.

Salah satu harta karun yang saya temukan dalam peta itu tersebut adalah blog ini. Mengelola blog ini dengan baik dan berkesinambungan, saya berharap blog ini bisa menghasilkan sesuatu bagi saya. baik itu materi maupun non materi. Menjadi blogger pun ternyata bisa menjadikan profesi yang menjanjikan jika tahu celah dan strategynya. Bagaimana caranya saya bisa jadi blogger adalah masuk ke dalam komunitas para penulis. Dari sana saya bertemu dengan orang orang sudah malang melintang di dunia kepenulisan. Mereka yang menjadikan menulis sebagai ladang mencari penghasilan.

Salah satu usaha yang saya lakukan dalam penggalian harta karun ini adalah dengan blogwalking dengan sesama komunitas blogger. Cara ini sangat efektif untuk menaikkan jumlah pengunjung ke blog saya. Memang sih harus mengeluarkan tenaga dan pikiran juga, karena saya harus membaca semua isi artikel yang harus dikunjungi dan memberi komentar pada tautan tersebut. Namanya juga usaha di tengah beratnya persaingan dunia perblogan ini. Terlebih bagi pemula bagi saya.

Menarik sekali mengenali dunia kepenulisan yang sangat sangat luas ini. Itulah alasan lain kenapa saya kembali semangat menulis di blog karena blog menjadi salah satu harta karun dalam peta saya. Demikian cerita saya mulai dari awal belajar menulis sampai sekarang mencoba jadi penulis profesional.

Peta Harta Karun

Setiap Penulis harus memiliki peta harta karun sendiri agar bisa menjadi penulis profesional. Dengan memetakan harta karun penulis bisa menggali potensi diri yang lebih baik sehingga usaha dan kerja kerasnya menghasilkan.

“Orang boleh pandai setinggi langit

Selama ia tidak menulis, ia akan hilang

dalam masyarakatdan dari sejarah

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

~Pramoedya Ananta Toer~
Sastarawan

10 Comments

  1. Awalnya saya menulis karena hobi tapi sejak kenal blog dan ternyata bisa menghasilkan jadi makin rajin. Blogwalking itu juga bikin pikiran fresh selain bisa naikin viewer.

    Suka

  2. Sama seperti kak risma nih saya, tapi awalnya saya nulis di blog trus dihapus blognya, nulis di fb, lalu buat blog lagi, lalu fb lagi dan instagram, trus ngeblog lagi sampai sekarang ini, sedangkan fb kembali untuk tulis status saja 😀

    Suka

  3. Memang banyak banget ya manfaat menulis di blog. Bisa untuk terapibdiri sendiri dan saling berbagi pengalaman bermanfaat. Pengalaman Kak Risma juga menarik siy buat disimak apalagi pas traveling, seru banget.

    Suka

  4. Aku nulis salah satunya untuk healing terhadap berbagai hal yg hadir di kehidupanku.. sepakat banget sama quote nya pramoedya!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan ke Yustrini Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.