Cara Masak Nasi Biryani Mudah Dan Praktis Dengan Resep Sederhana

Pernah makan nasi biryani ? Nasi biryani ini mirip mirip nasi uduk hanya saja bumbu untuk nasi biryani lebih beragam jenisnya. Cara masaknya sih tak jauh beda dengan nasi uduk. Nasi Biryani mudah ditemukan di Asia Selatan karena makanan ini memang berasal dari sana. Tak hanya di Asia Selatan penyebaran nasi biryani ini sudah sampai ke mancanegara termasuk Timur Tengah dan Asia Tenggara. Nasi biryani biasanya diolah dari beras jenis basmati yang bentuknya panjang dan tidak pulen. Baunya juga agak apek. Agak kering jika ditanak sebagai nasi biasa dan kurang enak rasanya. Oleh karena itu beras basmati ini memang lebih cocok dibuat jadi nasi biryani. Bumbu yang menyatu saat menanak beras basmati membuat bau apeknya hilang berganti wangi bumbu masala atau wangi kari.

Pertama kali saya makan nasi biryani ketika liburan ke Khasmir. Waktu itu belum pandemi. Jujur saja saya tak terlalu suka masakan Asia Selatan atau masakan India sebanarnya. Aroma bumbunya terlalu menyengat di hidung saya membuat saya gampang kenyang padahal baru makan sedikit. Akan tetapi berbeda dengan nasi biryani. Saya malah suka. Bisa habis sampai sepiring. Apalagi setelah kami tinggal di Bangladesh. Makan nasi biryani sepertinya menjadi keharusan. Ga tahu kenapa, apa bedanya, rasanya nasi biryani di Bangladesh itu lebih enak, gurih dan bumbunya tidak terlalu kental.

Hampir semua rumah makan nasi biryani yang saya singgahi rasanya enak. Beberapa nama restoran yang rekomended menurut saya adalah :

  1. Haji Biryani. Berada di Jalan Mojitheel Old Dhaka.
  2. Poushe Restaurant di Cox’s Bazaar.
  3. Panshi Restaurant di Sylhet.
  4. Panshi Restaurant di Sremangal.

Itu hanya beberapa nama yang saya sebutkan. Masih banyak lagi tempat lain yang menyediakan nasi biryani dengan rasa yangb tak kalah enak dan gurih. Harga nasi biryani ini tak terlalu mahal. Bisa terjangkau kantomg semua kalangan. Ibarat makan di rumah makan Padang. Kira kira begitulah analogi rumah makan nasi biryani ini.Untuk sekali makan perporsi sekitar 150 sampai 250 Taka (BDT).

Mutton biryani di Haji Biryani yang wajib dicoba

Rasa masala menjadi ciri khas dan tak bisa lepas dari masakan ini. Masala atau garam masala adalah bumbu racikan yang sudah dicampur dalam bentuk bubuk dari berbagai bumbu. Isinya antara lain : jinten, daun salam kering, merica hitam dan putih, cengkeh, kulit kayu manis, pala, kapulaga, adas, ketumbar, cabe merah. Dalam setiap masakan India ataupun Bangladesh bumbu masala ini tak pernah lupa. Garam masala ini menjadi inti dari bumbu semua masakan di Asia Selatan umumnya. Selama tinggal di Bangladesh mau tak mau saya harus belajar menggunakan dan mengenali garam masala ini.

Resepnya saya sesuaikan dengan selera saya. Artinya saya tak ingin wangi bumbunya terlalu menyangat. Jadi saya coba coba racik sendiri saja. Bagi saya meracik berbagai macam bumbu sudah hal biasa. Meskipun saya bukan chef, tapi saya memasak sendiri di rumah dan sedikit demi sedikit saya pelajari juga soal perbumbuan ini. Toh sebagai orang Indonesia hampir semua bumbu tersebut juga sudah biasa kita pakai bukan ?

Kembali ke soal nasi biryani tadi. Di sini saya ingin mencoba menyajikan resep racikan saya sendiri, bagaimana caranya masak nasi biryani yang enak, mudah dan praktis. Berikut cara saya masak nasi biryani :

Bahan :

3 cup beras basmati, cuci bersih, rendam 20 menit kemudian tiriskan, 3 cup air untuk memasak, 1/2 cup susu atau santan kelapa.

Bumbu 1 :

5 buah cengkeh, 1 sdt jinten, 1 sdt ketumbar, 5 buah kapulaga, 1 batang kecil kulit manis seukuran kelingking, 2 lembar daun salam, 1 sdm mace ( kulit pala ), 2 buah pala, 2 buah bunga lawang, 1 sdm kapulaga, 2 sdm butter, garam secukupnya.

Bumbu 2 :

5 Siung bawang merah diiris iris, 3 buah cabe hijau besar utuh, 1 sdm jahe giling halus ( paste ), 10 lembar daun mint, 1 sdt masala biryani.

Bahan 3 :

1 sdm bawang goreng, 10 biji kacang mede dibelah.

Cara Masak :

1.Masukkan 3 cup air dalam panci teflon kemudian masukkan semua bumbu 1. Biarkan sampai mendidih dan wangi. Kecilkan api.

2. Masukkan bumbu 2, aduk rata dengan perlahan sampai semua bumbu menyatu rata.

3. Masukkan susu atau santan, aduk rata. masih dengan api kecil.

4. Kemudian masukkan beras basmati yang sudah dicuci tadi. Lihat perbandingan airnya, jangan sampai kebanyakan atau kekurangan air. Biarkan mendidih dengan api panas seperti menanak nasi biasa. Tutup panci agar uap panasnya tak keluar sia sia.Biarkan sampai air berkurang sampai batas atas beras. Jika air sudah berkurang beras sudah menjadi nasi setengah matang. Kecilkan api.

5. Biarkan sampai matang dengan api sangat kecil. Periksa lagi jika nasi sudah matang, matikan api.

6. Masukkan kacang mede dan daunt mint. Biarkan panci tertutup agar nasi benar benar tanak/matang.

7. Sajikan dengan menabur bawang goreng. Nasi biryani juga bisa disantap dengan pilihan kari ayam atau sapi dan telor rebus.

Nah, mudah kan cara bikin nasi biryani. Asal tahu cara menanak nasi di dandang atau periuk pasti bisa bikinnya. Jika tak mau repot bisa juga gunakan ricecooker. Racikan bumbu bisa disesuaikan dengan selera. Misalnya jika tak suka wangi kapulaga, bisa dikurangi jumlahnya. Bisa juga bumbu ditumis dulu agar lebih wangi. Saya lebih suka tanpa tumis agar lebih sehat tanpa minyak goreng. Silahkan dicoba ya bund …

Recipe has no soul

You, as the cook must

bring soul

to the recipe

~Thomas Keller~

10 Comments

  1. Keunikannya rupanya dari MASALA yang terdiri atas jinten, daun salam kering, merica hitam dan putih, cengkeh, kulit kayu manis, pala, kapulaga, adas, ketumbar, cabe merah. … Wah pantesan saja orang bilang nikmat ya …. saya belum nyicip[in. Hihi kudet saya.

    Suka

  2. Saa pernah beberapa kali mencoba makan nasi biryani di tempat yang berbeda. Rasanya saya suka.
    Wah…ini resep special dari mom Risma…Kalau ada resepnya seperti ini jadi bisa masak sendiri di rumah. Apalagi bumbunya sangat mudah di dapatkan.

    Suka

  3. Pernah makan sekali nasi biryani. Waktu itu masih jadi jurnalis dan ada undangan acara festival gitu. Jadi bisa icip-icip makanan.

    Sayangnya di Jakarta yang jual nasi biryani enak harganya cukup merobek kantong.

    šŸ˜”šŸ¤­

    Waktu itu belum kepikiran masak dan bikin sendiri sih. Hihihi. (Alasyan males)

    Pernah nyoba masakan India di restoran daerah Sarinah Jakarta. Ada yang suka, ada yang kurang cocok di lidah (atau mungkin belum biasa). Tapi suka cara penyajiannya yang menggunakan aluminium. Rupanya karena India penghasil besi, baja, dan aluminium.

    Kalau masakan Bangladesh saya sama sekali belum pernah nyoba. šŸ¤­

    Suka

    1. Masakan Bangladesh itu sama saja kayak India, secara dulu Bangladesh itu India juga memisahkan diri kemudian. Saya juga ga cocok semua masakan India, bumbunya kuat banget, hanya kari dan biryani aja yg cocok karena mirip masakan kita. Restoran India memang agak mahal ya. Pernah makan di Jaipur dan Agra juga mahal, mungkin karena tempat turis itu. šŸ¤­šŸ¤­

      Suka

  4. Pantas saja enak ya rupanya nasi biryani bertabur rempah2, saya suka banget pesan nasi biryani kalau mampir di resto gitu, bedanya nasinya berwarna kuning kunyit gitu mba

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.