Ngwesaung Pantai Indah Myanmar Tempat Matahari Tenggelam

Musim hujan telah berlalu. Enaknya main ke mana ya ? Ini cerita kami November tahun 2016 lalu. Saat itu kami masih tinggal di sana untuk waktu 3 tahun lamanya. Sudah lama sekali ya. Teringat saja karena baca berita tentang Myanmar akhir akhir ini. Soal kudeta militer di negeri yang dulunya disebut Burma ini. Kini dikenal dengan nama Myanmar. Kalau tinggal di Myanmar harus paham soal pergantian musim di negeri Golden Land ini. Tujuannya kalau mau jalan jalan biar ga kecele. Pengen main ke pantai tapi malah hujan terus kan ga enak. Langit jadi buram. Awan jadi tebal. Mau lihat sunset tentunya jadi terkendala. Musim hujan atau monsoon biasanya mulai dari Mei sampai Oktober.Nah, bulan Oktober sampai April adalah waktu yang tepat main ke pantai. Salah satu pilihan yang tepat untuk kami yang tinggal di Yangon adalah pergi ke Ngwesaung. Ngwesaung adalah salah satu pantai indah di Myanmar tempat melihat matahari tenggelam yang paling tepat. Pantai ini berada di Teluk Bengal dengan panjang garis pantai sekitar 9 km.

Jarak Yangon ke Ngwesaung sekitar 222 km. Transportasi bisa menggunakan bus atau rental mobil. Kami memilih naik bus malam. Berangkat jam 21.00 dari Dagon Ayar Bus Station yang berada di pusat kota Yangon. Tiket bus bisa dibeli di counter pinggir jalan. Harga tiket sekitar 7.000 Kyatt sekali jalan. Ada beberapa bus yang bisa dipilih antara lain Asia Dragon dan Golden Star. Perjalanan malam butuh waktu sekitar 7 jam. Bus bergerak sedikit lambat karena jalanan menuju lokasi agak rusak dan berkelok.

Kami tiba di depan hotel tepat jam 05.00. Bus menurunkan satu persatu penumpang di depan penginapan masing masing. Sebelumnya kita harus beritahu dulu ke awak bus tempat kita menginap. Beruntung kami tak harus mencari alamat hotel di pagi buta dengan mata yang masih mengantuk. Waktu itu kami memilih Eskala Resort tempat menginap. Sebagai informasi saja, jika ingin ke pantai Ngwesaung ada baiknya memesan hotel jauh hari. Karena ternyata saat weekend hotel menjadi penuh dan harga menjadi tinggi. Banyak orang dari Yangon datang menginap saat weekend di pantai ini. Tak hanya orang lokal, turis mancanegara juga banyak. Kami beruntung diberi early check in tanpa biaya tambahan. Pengalaman ini sama seperti di Bagan maupun di Inle.

Baca juga : Kisah Perjalanan Kami dan Top Atraksi di Bagan.

Eskala hotel dan resort salah satu penginapan terbaik di Ngwesaung. Harganya lebih mahal memang. Ada harga ada rupa. Lokasi hotel langsung menghadap pantai. Fasilitas lengkap. Ada kolam renang. Dan yang terpenting makanannya enak. Bisa booking dulu tanpa langsung bayar. Biaya akan dicharge saat check in. Bisa bayar pakai Kyatt maupun Dollar.

Eskala Hotel dan Resort
Lobby Eskala Hotel dan Resort

Segelas air jeruk dingin disuguhkan sebagai wellcome drink. Biarpun masih subuh karena udara pantai terasa panas maka segelas air jeruk dingin itu mengalir sejuk di kerongkongan. Kemudian kami membersihkan wajah dengan lap dingin basah. Terasa segar setelah semalaman naik bus. Setelah semua beres dan kami bisa masuk kamar. Segera kami merebahkan badan dan meluruskan kaki. Lega rasanya berada di tempat tidur yang empuk. Tapi mata tak bisa lagi terpejam. Kami hanya gegolekan saja menunggu hari agak terang.

Jelang pagi merekah kami keluar kami menuju pantai melihat langit kemerahan dari pancaran sinar matahari terbit. Duduk di tepi pantai melihat ombak bergulung pecah di pantai. Memandang laut luas melepaskan rasa jenuh dari keramaian kota. Pantai Ngwesaung menjadi salah satu tempat favorit untuk liburan tipis tipis. Apa saja yang bisa dilakukan di sini ? Kami hanya waktu satu malam saja. Jadi harus mengoptimalkan waktu dengan rencana yang ada. Setelah berjalan jalan di pantai dan mengambil beberapa photo kami kembali ke hotel untuk sarapan. Untuk sarapan ini kami dikenakan biaya tambahan sebesar $6. Kenyang sarapan kami kembali ke kamar istirahat. Tidur. Bangun jelang makan siang. Karena kami tinggal di resort, maka untuk makan siang juga kami pesan di hotel. Kami tak ingin repot keluar lagi untuk cari makan.

Menunggu matahari terbit

Sore hari kami kembali keluar pantai menunggu matahari tenggelam. Kami berjalan sepanjang garis pantai menjauh dari hotel. Di sepanjang garis pantai banyak penginapan berjejer. Beberapa turis asing terlihat sedang berjemur di depan penginapan masing masing. Orang lokal menawarkan jajanan dan motorbike. Kami menuju Twin Pagoda yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Di sini kami menunggu sampai matahari tenggelam. Indah sekali. Matahari terlihat merah dan bulat tenggelam di laut. Banyak sebenarnya yang bisa dilakukan di Ngwesaung ini seperti diving, biking dan cooking class tapi kami tak punya waktu banyak untuk itu. Besok paginya saya menyempatkan diri berenang di kolam yang tersedia di hotel.

Leyeh leyeh di hammock menunggu sore tiba
Berjemur leyeh leyeh di pantai sambil dipijat
Motor bike di pantai

Melihat matahari tenggelam

akan terasa lebih indah

saat bersamamu

~Traveller Quotes~
Sunset di Twin Pagoda
Twin Pagoda

Besok pagi jam 09.00 kami sudah check out sehabis sarapan. Bus datang menjemput kami jam 10.00 kemudian bergerak menjemput penumpang dari hotel lain. Bus meninggalkan Ngwesaung sekitar jam 11.00. Perjalanan dengan jalanan berkelok dan berbukit membuat saya sedikit mual. Mungkin karena kecapekan juga seharian main di pantai. Selama perjalanan bus berhenti di perhentian tempat membeli oleh oleh dan restaurant. Kami tiba di Yangon sekitar jam 19.00. Demikianlah perjalanan singkat kami ke pantai Ngwesaung. Melelahkan tapi sangat menarik.

Melepaskan lelah di pantai
Berkuda di pantai

Apakah sekarang saat yang tepat pergi ke Myanmar ? Jawabannya tidak. Selain karena pandemi, Myanmar juga masih menutup akses ke dunia international berkaitan kudeta yang masih berlangsung sampai saat ini. Harapan saya kudeta ini segera berlalu agar pembaca yang berniat ke sana bisa langsung cuss setelah masa pandemi ini. Semoga tulisan ini bisa menemani para sobat traveller jalan jalan virtual bersama saya.

Satu hari saja di pantai

akan

mengembalikan jiwamu

~Traveller Quote~

23 Comments

  1. Pantainya indah sekali. Wah betul masa pandemi belum saatnya bepergian apalagi ke Myanmar. Tapi membaca tulisan ini jadi berasa ikut liburan. Makasih Kak :))

    Suka

    1. Awww saya suka liat foto-fotonya. Myanmar bagus yaaa. Pantai dan langitnya bagus banget. Untuk orang-orang lokalnya, mereka ada kemiripan dengan orang Indonesia ya.

      Suka

  2. Waaah cantikknyaa, bersih bgt yaaa dan benar-benar keliatan terawat gt ๐Ÿ™‚ itu emang sepi y kak? Enak bgt deh liatnya hihii

    Suka

    1. Terimakasih atas kunjungannya mbak, kebetulan waktu kami di sana keadaan sedang aman meskipun ada konflik di perbatasan. Sekarang kondisi sedang tak aman di Myanmar terkait coup militer.

      Suka

  3. Cakep amat ya pantainya. Aku udah lama gak ke pantai, pengen ajak anakku main pasir pantai, hehehe. Itu Twin Pagoda menarik banget ya, bikin pengen difoto disana dech. ๐Ÿ˜

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.