Mohinga Makanan Khas Tradisional Myanmar Dan Bagaimana Cara Membuatnya

Apa itu mohinga dan bagaimana cara pembuatanya? Mohinga atau Mohingar adalah makanan khas tradisional orang Myanmar yang biasa dikonsumsi sebagai sarapan pagi atau breakfast. Mohinga mirip soto kalau di Indonesia. Hanya saja kuahnya menjadi berbeda karena terbuat dari campuran ikan yang dihaluskan dan tepung beras sebagai pengental kuahnya pengganti santan. Bahan bahan pembuatnya juga sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Mohinga banyak dijual di mana mana, di warung pinggiran jalan maupun restaurant yang menyediakan sarapan pagi.

Pertama kali tiba di Yangon, saya sudah mencari makanan khas apa yang ada di Myanmar yang wajib dicoba. Jawabannya adalah mohinga. Tapi waktu kami agak bingung mau cari makanan ini di mana. Meskipun katanya banyak tersedia di warung maupun di tempat jajanan pasar ada rasa khawatir jajan sembarangan bikin masalah sakit perut. Jujur saja, lama kami tak berani mencoba makanan ini. Sampai suatu waktu saya lagi mencari cari tempat makan yang rekomended di Yangon, muncullah nama Rangoon Tea House yang ternyata menyediakan mohinga juga.

Rangoon Tea House adalah tempat makan untuk turis yang berada di tengah kota Yangon. Restorant ini buka sampai malam dan sangat ramai dikunjungi turis mancanegara. Ruangannya terlihat sangat cozy dengan sinar lampu yang sangat syahdu temaram. Kami datang saat akhir pekan. Kami terpaksa harus menunggu antrian dulu baru dapat tempat duduk karena ternyata meja yang ada sudah dipesan orang sebelumnya. Makin penasaran kan, bagaimana rasanya menu makanan di restorant ini sehingga para turis rela antri untuk dapat tempat duduk.

Tapi karena kami hanya berdua, aku dan pak suami, pelayan di situ memberikan kami masuk duluan karena ada bangku kosong yang sudah dipesan tapi untuk satu ke depan. Pelayan itu bilang, kami bisa makan duluan, tapi waktu kami hanya satu jam sebelum pemilik meja pesanan itu datang. Kami setuju untuk dipindahkan kemudian jika sang tamu tersebut sudah datang karena kami belum memesan meja sebelumnya.

Singkat cerita, saya yang sudah tak sabaran merasakan mohinga segera memesan agar waktu kami tak terbuang percuma. Ada rasa tidak nyaman juga sih, karena terkesan kami harus buru buru. Padahal kami ingin sekali menikmati malam mingguan dengan santai santai nongkrong di sini. Tapi kami ga ada pilihan daripada balik lagi tak mungkin karena kami sudah datang jauh tempat tinggal kami waktu itu di Hledan.

Makanan kamipun segera datang. Dua mangkok mohinga. Hmmm….dan ternyata memang enak. Hanya saja harganya mahal menurut saya, seporsi mohinga 2500 kyatt. Wajar saja sih, ini kan restorant untuk turis, harga segitu sudah jadi patokan untuk makan di restorant yaang banyak dikunjungi turis mancanegara. Akan tetapi saya masih penasaran. Berapa sebenarnya harga di restorant lokal biasa ?

Jika mohinga sebagai makanan tradisional pastilah harga seporsi tak semahal itu, apalagi makanan ini hanya untuk sarapan pagi saja. Sama halnya di Indonesia, makan soto di warung makan biasa dan restorant harganya pasti beda. Padahal soal rasa belum tentukan lebih enak yang di restorant. Pemikiran saya adalah makanan tradisional itu harusnya bisa dan mudah dibikin siapa saja. Tak perlu resep khusus yang dipatenkan hak ciptanya. Maka sayapun mencari restorant lokal yang menyediakan mohinga ini.

Salah satu restorant yang saya bidik adalah, sebuah restorant yang berada di Insein Road dekat tempat tinggal kami. Setiap pagi restorant ini ramai pengunjung. Pastilah makananya enak, demikian pikiran saya. Nama restorantnya My Tea House. O iya, di Yangon, rumah makan itu disebut tea house juga, karena rupanya orang Myanmar suka minum teh sambil duduk ngobrol di pagi hari. Persislah kayak di Indonesia juga. Hanya saja di sini tehnya itu dicampur susu atau krim. Mereka menyebutnya Myanmar tea, kalau di kita sebutnya teh susu sudah cukup jelas. Dugaan saya tak meleset. Mohinga di sini enak banget. Rasanya lebih nendang karena bumbunya santa terasa. Beda dengan di Rangoon Tea House itu. Meskipun terasa enak tapi rasanya standard saja menurut lidah saya.

Dan yang bikin makan di sini terasa nikmat adalah suasananya itu. Terasa sangat lokal sekali karena kami bercampur baur dengan orang orang yang berbahasa Myanmar. Orang Myanmar itu kalau bicara atau ngobrol selalu ramai, sama jugalah kayak kita. Cuman beda bahasa saja. Meskipun terasa jadi lucu karena pelayannya tak bisa berbahasa Inggris tapi untunglah mereka ngerti apa yang kami minta. Semangkok mohinga di sini hanya 500Kyatt. Wow jauh banget ya bedanya !

Setelah menemukan tempat makan mohinga yang enak dan murah itu, saya dan pak suami jadi keranjingan mencari tempat makan mohinga yang lain, tentu yang rekomended. Salah satunya lagi adalah Tea House Lucky Seven yang berada di 49 street downtown. Di sini juga tak kalah menarik makanan lokal yang disediakan, termasuk mohinga.

Nah, bagaimana sebenarnya cara pembuatan mohinga ini ? Di sini saya coba membuat resep hasil racikan saya. Bahan bahan saya sesuaikan yang lebih mudah didapatkan di pasar. Untuk para bunda yang sudah biasa bikin soto pasti tak sulit untuk mencobanya di rumah. Yuk, disimak.

Bahan bahan :

  1. 3 sdm minyak sayur.
  2. 1 sdt gula.
  3. 6 siung bawang putih, cincang halus.
  4. 10 siung bawah merah ukuran kecil, cincang halus.
  5. 4 batang sreh, potong dua, sebagian digiling halus sebagian digeprek saja.
  6. 4 gelas air.
  7. 2 sdt bubuk kunyit atau kunyit umbi giling halus.
  8. Jahe seukuran jempol, giling halus.
  9. Batang pohon pisang muda, diiris iris memanjang kira sebesar jari kelingking.
  10. 1 kg ikan lele ( saya pakai ikan tenggiri ), bisa juga ikan kaleng sebagai pilihan lain, difillet kemudian haluskan.
  11. 1 sdt merica.
  12. 10 siung bawang merah ukuran kecil, diiris iris memanjang.
  13. 1/4 gelas tepung chick pea, atau rebus chick pea kemudian diblender, atau bisa gunakan tepung beras karena fungsi tepung ini sebagai pengental kuah soup.
  14. 1.5 sdm kecap ikan.
  15. 1.5 sdt bubuk cabe merah, atau cabe merah segar, digiling halus.
  16. 200 gram bihun beras atau rice stick noodle, direbus 2 menit, tiriskan.
  17. 6 sdm daun soup, potong bagian daunnya atau potong kasar .
  18. 4 batang daun bawang, diiris iris.
  19. 1 buah lemon atau jeruk nipis, belah 6.
  20. 2 butir telur, direbus kemudian belah 4.
  21. Cakwe sebagai tambahan, diiris kasar.

Cara membuat :

  1. Tumis semua bumbu yang sudah dihaluskan dalam panci penggorengan sampai wangi kemudian masukkan ikan yang sudah dihaluskan tadi, oseng oseng sampai setengah matang.
  2. Masukkan air sambil diaduk aduk sampai semua bahan merata bercampur dengan air. Setelah mendidih kemudian kecilkan api sedikit.
  3. Tambahkan garam, kecap ikan, gula dan merica.
  4. Masukkan chick pea yang sudah diblender tadi, aduk aduk sampai merata sampai kuah mengental.
  5. Cicipi rasanya.
  6. Masukkan batang sreh dan batang pisang muda, tunggu sampai matang.
  7. Kuah soup untuk mohinga sudah selesai diproses.

Cara penyajiannya :

  1. Ambil mangkok soup dan sendok.
  2. Masukkan mie beras atau bihun yang sudah ditiriskan tadi satu genggam tangan atau secukupnya.
  3. Tuangkan kuah soup tadi sampai bihun setengah tenggelam.
  4. Taburkan daun soup, irisan bawang merah mentah bisa juga pakai bawang goreng, dan cakwe.
  5. Letakkan potongan telur rebus di atasnya.
  6. Beri perasan jeuk nipis atau lemon.
  7. Siap untuk disantap.
Credit photo from google image ( ga punya stok photo )

Nah, mudahkan untuk membuatnya. Intinya adalah di kuah soupnya itu yang kaya dengan kandungan ikannya. Sebagai perbandingan resep lainnya bisa dilihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=l1KgsWd_GOE . Silahkan mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.