Kokohnya Ajloun Castle dan Megahnya Jerash City : Sebuah Kisah Kejayaan Masa Lalu.

Sabtu minggu pertama di bulan Desember tahun ini, kami ambil trip satu hari jalan jalan keluar kota Amman ke sebelah Utara menuju Ajloun City. Kami booking tiket tour  di https://www.jtt.com.jo/en/programs. Harga tiket sekitar 15 JOD dari Amman-Ajloun-Jerash-Amman. Titik keberangkatan ada di Hotel Continental Circle 3th jam 8.15 pagi dan loket Jett bus Circle 7th Amman 9.00 pagi. Jadwal tour hanya ada Rabu dan Sabtu, atau silahkan cek langsung di websitenya.

Sepanjang jalan banyak lahan pertanian dan kebun zaitun. Sebelah Utara Jordan ini dikenal sebagai lahan yang lebih subur walaupun tanahnya masih tandus. Hasil pertanian lebih banyak datang dari daerah utara ini. Sepanjang jalan terlihat para petani menjajakan dagangan. Macam macam hasil pertanian mereka, ada wortel, terong, tomat, bit, sawi, kol dan zaitun. Juga terlihat para pedagang kambing domba di sepanjang jalan.

Setelah naik bus sekitar 1 jam, jalan meliuk naik turun bukit, akhirnya kami sampai di tujuan sekitar jam 10 pagi. Kami berhenti di tempat pembelian tiket masuk Ajloun Castle, harga tiket 3 JOD perorang. Cuaca lumayan terlihat cerah meskipun saat ini sudah masuk musim dingin.

Baiknya memang melihat ramalan cuaca sebelum bepergian di bulan Desember ini. Kadang bisa saja terlihat cerah tapi tiba tiba ada awan gelap. Bawalah perlengkapan musim dingin yang cukup, karena lokasi agak dipuncak bukit, udaranya lebih terasa dingin karena hembusan angin.

IMG_0051 (2)Pemandangan kota Ajloun dari dalam benteng.

IMG_0081 (2)Celah untuk mengintip musuh dari dalam benteng

Ajloun Castle berada di pegunungan Ajloun berjarak sekitar 78 km  dari Amman, ibukota Jordania.Castle atau benteng ini dibangun sekitar abad ke 12. Konon katanya, di sinilah salah satu jendral dari masa Saladin mengintai musuh dan menjadikannya sebagai benteng pertahanan. Benteng ini masih terlihat kokoh walaupun sudah ada yang runtuh di beberapa bagian.

IMG_0016 (2)Ajloun Castle dibangun oleh dinasti Ayyubids merupakan benteng pertahanan umat Muslim. Nama lainnya : Qal ‘at ar-Rabad, the castle of faubourg, the caslte with  the suburbs.

Benteng ini pernah dikuasai oleh Byzantin, Mamluk dan Ottoman. Bahkan para Knight Templar dan Mongol juga katanya sampai ke sini. Dari atas menara pengawas Benteng Ajloun ini, kami bisa melihat pemandangan sekitar 360 derajat. Batas daerah yang bisa dilihat dari sini ke arah Yerusalem, Galiea, Laut Mati, dan Lembah Jordan.

IMG_0075 (2)Dalam Benteng Ajloun, bersih, rapi dan tak berbau

Ajloun Castle juga menjadi menara kontrol rute perjalanan antara Damaskus ke Mesir. Menara ini mengalami kerusakan berat pada saat gempa Galilea 1837 dan gempa Jeriko 1927. Nama daerah Ajloun ini sendiri ada hubungannya dengan Kerajaan Moab yang disebut di Alkitab pada zaman Raja Moab, Eglon.

IMG_0058 (2)Benteng Ajloun dan pemandangan kota

Satu setengah jam kami mengitari Ajloun Caslte ini kami melanjutkan perjalanan menuju The Ruin City of Jerash. Sebelum kami ke lokasi, bus tour singgah dulu untuk makan siang di Artemis restaurant. Voucher bisa dipesan sekaligus saat booking tiket tour, harga perpaket nya 10 JOD. Kami bawa bekal makan sendiri dari rumah. Buat kamu yang mau irit bisa mempersiapkan makanan sendiri dari rumah karena jajan di luar di tempat lokasi terbilang mahal harganya.

IMG_0090 (2)Jangan lupa singgah menikmati kopi khas Jordania dengan wangi cardamon dan teh wangi rasa mint hanya 1 JOD.

Selesai makan siang kami dibawa ke pintu masuk reruntuhan kota tua Jerash. Harga tiket 10 JOD perorang. Kami diberi waktu sekitar 2 jam untuk menelusuri bekas reruntuhan kota zaman kejayaan Romawi ini. Jerash berada sekitar 48 km dari Amman.

Kota kuno Jerash sudah ada sejak 7500 BC, dikuasai Roman sampai pertengahn abad ke 8 sampai gempa besar Galilea menghancurkannya tahun 749. Jerash juga pernah dikuasai King of Jerusalem, Ottoman dan Mamluk. Jerash salah satu peninggalan besar bersejarah Roman Empire di Timur Tengah, namanya disebut juga sebagai Pompeii of The East. Setiap tahun di musim panas diadakan festival kota Jerash sejak tahun 1981.

IMG_0285 (2)Arch of Ardian adalah pintu masuk menuju reruntuhan kota tua Jerash

Dari pintu masuk pertama ada bangunan seperti gapura besar disebut Arch of The  Hardian. Dibangun untuk menghormati kedatangan Kaisar Hardian ke Jerash pada musim dingin tahun 129-130. Kota itu kemudian disebut juga dengan Gerasa.

Setelah masuk dari pintu utama menuju kota tua Jerash, kami melalui satu lapangan besar tempat tontonan olahraga pada zaman itu. Berkapasitas tempat duduk sekitar 15.000. Tempat ini juga dipakai sebagai pacuan kuda. Tempat ini disebut Hippodrome.

IMG_0139 (2)Tembok Hippodrome, di dalamnya berupa tempat duduk penonton menyaksikan pertandingan olahraga pada masa itu.

Di ujung jalan Hippodrome ini ada satu pintu yang ditutup menuju Temple of Zeus. Tak jauh dari sana di sebelah kiri ada sebuah tempat pertunjukan namanya North Theater. Di sini kami mendengar suara musik tradisional yang dimainkan pemusik lokal. Dari atas lokasi ini bisa melihat ke pusat kota tua  dan kota modern Jerash. Kelihatan bahawa kota tua Jerash dibangun sangat megah.

IMG_0163 (2)Temple of Zeus

IMG_0145 (2)Oval Forum lebar 80m dan panjang 90m dikelilingi dengan 56 pilar batu. Untuk bisa melihat Oval Forum secara utuh naiklah ke atas bukit tempat Temple of Zeus.

 

Di sebelah kanan ada lapangan kosong berbentuk bundar dikelilingi tiang tiang besar disebut Oval Forum. Oval Forum atau Oval Plaza merupakan central dari kota tua Jerash. Dari sini pengunjung bisa meneruskan penelusuran reruntuhan kota tua ini melalui Colonnaded Street. Kami memilih jalan yang berbeda dari atas bukit menuju Artemis Temple.

IMG_0213 (2)Artemis Temple dibangun di puncak paling tinggi kota Jerash, selesai  tahun 150 pada zaman kaisar Roma, Antoninus Pius.

IMG_0251 (2)Colonnaded Street jalan utama di dalam kota Jerash, disebut juga Cardo Maximus. Di kanan kiri dibangun pilar besar sebagai ciri khas bangunan Roman. Tempat ini digunakan untuk marching band saat Jerash Festival di musim panas di bulan Juli.

Di atas bukit kecil ini kami berhenti sejenak. Sambil makan bekal yang yang kami bawa memandang ke arah kota Jerash. Udara terasa dingin sepoi sepoi. Nikmat terasa perjalanan ini meskipun sedikit terasa lelah karena harus berjalan jauh ke dalam reruntuhan kota.

IMG_0216 (2)Kota Jerash Modern dilihat dari reruntuhan kota tua Gerasa

Karena waktu yang diberikan terbatas kami tak bisa berlama lama memperhatikan setiap detail bangunan. Ada beberapa yang terlewatkan kami, takut ketinggalan rombongan. Matahari sudah mulai turun ketika kami pulang melewati Colonnaded Street. Di sini kami melihat The Jerash Nymphaeum.

IMG_0232 (2)

The Nymphaeum of Jerash

Untuk bisa puas menikmati setiap detail kota megah yang runtuh akibat gempa ini setidaknya memerlukan waktu 3 – 4 jam. Kami kembali ke bus yang menunggu sekitar jam 4.15. Setelah semua peserta kembali, kami melanjutkan perjalanan ke Amman. Karena ini musim dingin matahari tenggelam lebih cepat. Jam 5 sore sudah kelihatan sangat temaram.

IMG_0198 (2)Sisi lain perpaduan kota tua dan kota modern, Jerash.

Perjalanan mengunjungi Ajloun Castle dan Jerash cukup hanya sehari. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan di sana, karena untuk akomodasi perhotelan pun belum banyak tersedia seperti halnya tempat wisata lainnya. Meskipun demikian Jerash merupakan kota kedua terbesar pengunjungnya setelah Petra. Jadi jika datang ke Jordan wajib datang ke Jerash ini.

 

IMG_0221 (2)Jalan menuju Temple of Artemis dari arah Cardo Maximus

Melihat sisa reruntuhan kota tua Jerash tentunya kota ini sangat penting di masa lalu. Sejarah panjang Jerash bisa dilihat dari zaman purba sampai zaman modern Beberapa pergantian periode kekuasaan di Jerash dimulai dari zaman Helennistik, Roman, Byzantin, Ummayad, Crusade, Mamluk dan Ottoman. Reruntuhan kota tua Jerash menjadi saksi bisu kejayaan kekuasan Roman di masa lalu.

IMG_0116 (2)Arch of Hadrian tampak depan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.