Masalah Yang Sering Muncul Saat Travelling dan Bagaimana Mengatasinya

Liburan atau pergi travelling itu adalah salah satu cara untuk keluar dari rutinitas dan kebosanan karena pekerjaan yang bertumpuk dan tak terselesaikan. Jika kondisi ini dibiarkan bisa menjadi masalah nantinya. Kinerja jadi berkurang, produktivitas menurun. Bahkan bisa bikin depresi.

Berharap liburan bisa membuat kita jadi memiliki waktu yang santai dan tenang. Pikiran yang sudah tenang bisa membantu kembali bekerja dengan semangat.

Tapi tak jarang juga ketika pergi liburan atau travelling malah timbul masalah  yang tak terduga yang bikin rempong, mumet bahkan frustasi. Alih alih untuk menghilangkan stress dan menenangkan pikiran yang ada malah kehilangan mood karena ada tambahan masalah baru.

Nah di sinilah diuji kemampuan kita untuk mengatasi masalah. Ada masalah yang bisa ditunda penyelesaiannya tapi ada masalah yang tak bisa ditunda, harus dituntaskan saat itu juga sebelum masalah lain muncul. Biasanya kan gitu, sudah jatuh tertimpa tangga tetangga pulak. Makanya jangan jatuh dekat yang ada tangganya hehehe

Beberapa kali  travelling kami  kebagian masalah. Masalah memang tak bisa dihindari, kadang datang tak diundang pergi ga mau kalau ga diusir. Ada masalah yang muncul karena keteledoran kami ada juga karena perbuatan orang lain.

Bukan berapa kali kena masalah yang jadi perhatian tapi bagaimana caranya bisa keluar dari masalah itu yang terpenting. Setiap jatuh ya bangun lagi.  Jangan malah terperosok di lubang msalah yang sama.

Beberapa masalah yang pernah kami alamai saat travelling antara lain :

Ketinggalan tas di bus ini kejadiannya dalam perjalanan dari Kualalumpur ke Langkawi. Kami naik bus selama 5 jam, karena kecapekan dan lapar buru buru turun bus sampai tas ketinggalan di kolong kursi.

Tas yang berisi passport dan dompet itu harus kami temukan bagaimanapun caranya. Kami dibantu pihak polis Diraja Malaysia yang menelepon pihak loket bus. Tasnya masih terletak di bawah kursi dan disimpan sama supir bus. Tas itu kembali ke kami tanpa kurang apapun.

Tapi karena kejadian ini kami jadi kehilangan satu malam pesanan hotel di Langkawi. Untungnya pihak penginapan ga membatalkan semua pesanan kami. Kalau itu terjadi tentunya kami lebih rugi lagi dan harus pontang panting cari hotel baru.

IMG-2690Tas, koper dan tentengan lainnya dijaga jangan sampai ketinggalan

Kebobolan kartukredit, kejadiannya di India saat kami baru tiba di New Delhi. Tiba tiba saja muncul notifikasi email berkali kali. Ternyata kartukredit saya sudah dibobol oleh orang yang tak bertanggungjawab.

Saat itu saya pesan hotel online tapi bayar ditempat. Untuk jaminan saya sertakan nomor kartukredit sesuai permintaan website. Tapi 3 hari sebelum kami check in kartukredit saya sudah dipotong pihak hotel dan kemudian kebobolan.

Panik dong ya. Mana di India itu sulit melakukan sambungan international untuk menelepon callcenter bank penerbit kartukredit itu. Kami dibantu oleh satu orang lokal, dia meminjamkan simcardnya untuk melakukan sambungan international. Tak tak tersambung, hanya dijawab oleh mesin.

CC1_LI_Moment (2)Hati hati memberikan data kartukredit kepada pihak manapun mbak bro and sis…

Saya mencoba menghubungi salah satu marketing bank tersebut untuk minta tolong memblokirkan kartukredit saya. Besoknya kartukredit saya diblokir tapi untuk urusan sanggahan tagihan saya harus berhubungan langsung dengan callcenter.

Sekembalinya dari India saya mengurus semua sanggahan tagihan. Dalam kurun waktu 45 hari sanggahan saya disetujui, tapi saya tetap harus bayar total tagihan. Sisa uang saya kemudian ditransfer ke rekening saya. Melelahkan memang tapi setidaknya ada solusi.

Kena denda, kejadiannya di Venice Italy. Waktu itu dari bandara Marcopolo mau ke San Marco naik bus. Stop busnya di halte yang tak ada mesin tiketnya. Begitu busnya berhenti kami langsung naik. Karena capek, kami cari tempat duduk dulu ga kepikiran bayar ongkos ke supirnya. Tar mau turun aja, begitu pemikiran kami.

Di halte berikutnya tiba tiba petugas berseragam naik lima orang. Kami kira mau tagih ongkos, suami saya mengeluarkan uang dollar untuk bayar. Petugasnya marah. Kalian naik bus tanya bayar, kami tidak terima pembayaran kalian, kalian harus bayar denda ! Kata petugasnya galak.

Kagetlah digitukan, kami kan ga tahu peraturannya. Sempat juga kami ngotot ngototan tapi mereka berlima kami berdua saya. Tak berdaya. Daripada passport ditahan terpaksalah kami bayar denda yang besarnya 10 kali lipat dari ongkos sebenarnya. Kapok !

IMG-1604Bayar denda atau passport ditahan, dua duanya ga enak ganks !

Ada rasa kesal dan marah. Merasa seperti dijebak. Tapi ya sudahlah, pelajaran kan selalu datang kemudian. Lain kali jangan lagi. lebih baik bertanya saja dulu ke supirnya, cara bayarnya gimana jangan langsung duduk enak.

Ketinggalan Kamera, ini sih karena sifat pelupa yang tak tersembuhkan lagi. Maklum faktor u. Malam hari sebelum berangkat ke Kamboja, suami saya sudah mempersiapkan peralatan kamera selengkapnya.

Besoknya berangkat pagi, sibuk angkat tas yang tak seberapa tinggallah kamera itu. Ketahuannya sudah sampai bandara. Suami saya nekad mau balik lagi ngambil tapi tak saya kasih lagi.

IMG_0065 (2)Kamera hape andalan saya ke mana mana, selain ringan bisa dikantongi bisa langsung update states guys

Di perjalanan biasa ada saja yang bikin ga tepat waktu, terutama di jam sibuk. Saya tak mau berspekulasi demi kamera harus deg deg an ketinggalan pesawat. Malah makin manyun acara liburannya. Toh masih bisakan ambil photo dari kamera hape.

Kecewa memang. Tapi harus direlakan daripada kehilangan momentum yang lebih besar lagi. Lain kali kalau mau pergi jalan cek enricek barang sampai berkali kali biar ga ada yang ketinggalan.

Voucher hostel dibatalkan sepihak. Ini yang paling mengesalkan dan menguras emosi jiwa. Lelah hayati, bang ! Kejadian di Milan saat tengah malam pulak. Kami baru tiba dari Lyon naik bus. Tiba di terminal bus Lampugnano sudah jam 10.30 malam.

Sebelumnya pihak hostel bilang bahwa late check in jam 20.00, jika tidak akan kena charge keterlambatan 20 Euro. Kami setuju saja karena tahu bakal tiba tengah malam. Tapi sampai hari H kami tak terima surat balasan dari pihak hostel, WA kamipun tak dijawab.

Saat kami tiba pintu gerbang hostel sudah ditutup. Kami bel berkali kali tak dibuka. Fix kami tak bisa masuk dan terpaksa cari penginapan lain malam itu juga. Kami baru bisa istirahat di hostel  jam 2 pagi.

IMG-0042Hati hati baca syarat dan ketentuan saat booking hotel, jika meragukan batalkan saja !

Besoknya kami datangi pihak hostel yang kami pesan itu, karena kami booking 3 malam. Tapi oleh mereka sudah membatalkan semua pesanan kami dan kami kena charge full dipotong langsung dari kartukredit.

Marah dong kami ya. Tapi mereka ngotot ga mau kembalikan uang kami alasan kami tidak datang di hari pertama dianggap no show. Malas debat kami tinggalkan hostel tersebut. Kami pindah hostel jadinya.

Komplen kami sampaikan ke pihak website penjual hostel tersebut. Tapi sayangnya pihak website juga tak bisa membantu kami. Kami merasa tertipu. Bagi kami ini adalah scam penjualan voucher hotel.

Kami memilih melupakan saja kejadian itu daripada mood jalan jalan jadi hilang. Meskipun kesal tapi harus diiklaskan demi ketenangan bathin. Lain kali hati hati baca term and condition sebelum booking online.

Ketinggalan bus tour. Kejadiannya di Hanoi tapi ga sampai bikin kesal sih. waktu itu pihak agency bilang akan jemput jam 7.30 pagi. Tapi tunggu punya tunggu sampai jam 8 ga datang datang. Oleh pihak hotel menelpon ke pihak bus tour, rupanya kami sudah ditinggalkan.

Alasan mereka kami tidak lapor pick up pointnya, padahal kami sudah lapor ke agency tempat saya booking online di Hanoi. Sepertinya pihak agency yang tak menyampaikan (lupa atau gimana gitulah, hanya mereka yang tahu ) ke pihak operator bus tournya. Cape dueh….

IMG-1100 (2)Pastikan titik kumpulnya di mana dan jam keberangkatan bus tour biar ga ketinggalan rombongan

Akhirnya pihak bus tour datang menjemput kami dengan taxi dan mengejar bus tour yang sudah berangkat duluan itu. Jaraknya belum terlalu jauh, sekitar 15 menit mereka harus nunggu kami menyusul. Happy ending sampai di Sapa.

Ga dikasih Early check in, biasanya ini terjadi bagi yang berangkat malam nyampai pagi. Rasa lelah dan ngantuk berharap bisa sampai hotel dikasih early check in.

Nyatanya tak semua hotel memberi layanan early check in terutama model hostel yang kadang menyewakan kamar hostel jam jaman. Ya, mereka ga rugilah. Tapi ada juga yang mau memberi service early check in. Harus dipastikan dulu kalau ga mau kecele.

Bagasi nyasar ke kota lain, ini termasuk yang menyebalkan, kenapa bisa ? Pernah sekali ngalamin bagasi ke Yangon nyasar ke KLIA. Kami harus nunggu tiga hari kemudian sampai bagasi kembali ke kami. Untungnya kami tak ada penerbangan lanjutan. kebayangkan kan kalau lagi jalan, orangnya ke mana kopernya di mana.

Overweight bagasi, ini lebih ke nafsu belanja belinji yang kadang tak terkontrol. Berasa masih beli sedikit pas masuk bagasi lebihnya minta ampun. Apalagi belu bagasi saat check in itu mahal sekali, bisa lebih mahal dari harga tiket pesawat itu sendiri.

Pernah sekali kami harus membuang sebagian barang barang, karena tak mau bayar harga bagasi yang kemahalan. Belajar dari kasus itu, saya membeli timbangan digital yang bisa dibawa ke mana mana. Sekarang saya ga perlu khawatir kelebihan bagasi lagi.

Jetlag, ini yang paling sering saya alami saat bepergian ke negara yang beda waktunya cukup jauh, seperti Eropa. Caranya mengatasi jangan mengikuti kemauan mata untuk tidur.

Kalau diikuti akan semakin sulit menyesuaikan dengan waktu lokal. Terasa berat memang di awal, tapi akan cepat menyesuaikan diri jika mencoba mengikuti perbedaan waktu itu.

Terlebih lagi kalau musim panas di mana mataharinya bersinar sangat panjang. Tapi jika tubuh kita sudah mampu menyesuaikan waktu, liburan akan terasa lebih nikmat.

Keracunan makanan, kejadiannya di India. Ya, di sini memang umum sekali terjadi hal ini. Mungkin penyebabnya adalah kurangnya kebersihan dari makanan yang tersaji, atau bisa juga dari makanan yang dipanaskan berulang ulang.

IMG-9165Hindari makan sembarangan di pinggir jalan, juga makanan yang berbumbu banyak karena sangat mudah terkontaminasi bakteri yang bikin sakit perut.

Berwisata sambil menikmati makanan lokal memang patut dicoba. Kapan lagi makan makanan India langsung di negeranya sendiri. Hanya saja perlu ekstra hati hati, jika perut gampang bermasalah sebaiknya dihindari daripada rencana perjalanan jadi berantakan.

Waktu itu kami sudah berusaha mencari tempat makan yang bersih, higienis dan tak sembarangan seperti di tempat terbuka atau pinggir jalanan. Tapi nyatanya perut kami tak mampu melawan bakteri yang sudah tersebar di mana mana karena kurang bersihnya lingkungan.

Cara mengatasinya, istirahatlah yang cukup supaya stamina cukup kuat melawan bakteri yang mampir. Sediakan obat sakit perut untuk penahan sementara. Minumlah air putih  cukup, baiknya beli saja yang botol, jangan minum air yang disedikan oleh rumah makan tersebut.

Selain cerita di atas banyak masalah kecil lain yang bisa muncul saat travelling antara lain, ketinggalan charger, kena scam orang lokal, barang tercecer, salah alamat,perbedaan cuaca, sakit dan lain sebagainya.

genoa7Masalah akan terus ada saat travelling, hadapilah …

Kejadian di atas hanyalah sebagian masalah yang kadang muncul saat travelling. Itu semua membawa pembelajaran saat traveling. Persiapan cek enricek, doublecek, cek paripurna, jangan sampai perjalanan gagal hanya kurang ketelitian. Kalaupun masalah ada bisa diminimalisir dan setidaknya sudah tahu menghadapinya.

Belajar dari kejadian di atas, makin banyak  travelling  makin ada kemudahan  untuk beradaptasi dengan situasi dan lingkungan. Mental semakin kuat menghadapi situasi apapun, seberat apapun. Walaupun kadang ada kesal di hati, tak mau lagi travelling saat ada masalah. Tapi kemudian setelah masalah itu berlalu, keinginan untuk berangkat lagi selalu  mengganggu pikiran.

Jadi liburan atau pergi travelling itu bukan saja soal cerita yang enak didengar atau photo yang cantik manja, tapi juga bagaimana travelling itu menempa hidupmu menjadi lebih kuat dan mandiri. Dengan demikian pulang dari liburan kita menjadi lebih kuat menghadapi kenyataan seburuk atau seberat apapun itu.

 

~jangan menghancurkan semua rencana perjalanan yang sudah disusun hanya karena ada masalah yang buruk, atasilah masalah itu dan nikmati perjalanan berikutnya~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.