Orang Baik

Ini cerita lama sebenarnya, baru sekarang mau diceritakan. Kejadiannya di negeri jiran sekitar beberapa tahun lalu, saya dan suami sedang berlibur. Tujuan kami adalah Langkawi, karena katanya pantainya salah satu terbagus di dunia.

Dari Kualalumpur kami memilih naik bus ke Perlis untuk kemudian nyambung naik ferry ke Langkawi, pulangnya baru naik pesawat. Begitu rencananya. Perjalanan sekitar 5 jam dari KL, kami berangkat jam 12 siang. Tiba di Perlis sudah jam 5 sore dalam keadaan lapar.

Buru buru turun karena mau makan dan kejar ferry terakhir ke Langkawi membuat suami saya kelupaan sama tas sandangnya. Kebetulan waktu itu kami duduk di kursi bagian belakang. Suami saya meletakkan tas sandangnya di bagian bawah kursi yang ada tempat menyimpan barangnya.

Karena perjalanan jauh dan lurus di jalan tol bikin ngantuk, suami saya tertidur saya juga. Sangking sudah bosan duduk di bus, begitu girangnya tiba terminal sampai sampai lupalah itu tas, saya juga lupa …!

Sadar tas tertinggal di bawah kursi, cepat cepat suami saya mengejar ke loket tapi sayang bus sudah pergi lagi melanjutkan perjalanan. Bingung dan panik kan, di dalamnya ada dompet, uang dan passport ! Entah kenapa pihak loket seperti tak peduli dan tak mau membantu dengan alasan tak tahu nomor HP supir bus tersebut.

Saya yang masih capek naik bus dan sudah lapar hanya bisa duduk di warung dekat terminal sambil makan makanan yang tak terlalu enak dan makin ga enak karena situasi panik. Suami saya tak makan sama sekali. Bingung cari pertolongan sana sini.

Kebetulan ada satu warung makan di situ yang pemiliknya orang Indonesia, menurut si ibu dia dari Jawa Tengah, lupa dari mana persisnya. Oleh si ibu dibantulah kami, membawa suami saya untuk melaporkan kehilangan tas tersebut.

Suami saya dibawa kantor Polis Diraja Malaysia. Oleh pihak kepolisian membantu menelepon ke loket terminal asal kami berangkat di KL. Untungnya suami saya masih pegang tiket busnya.

Akhirnya berdasarkan informasi dari loket di terminal KL, polisi bisa menghubungi supir bus yang kami tumpangi itu. Supir itu kemudian memeriksa tempat bekas kami duduk. Ternyata tas suami saya masih ada di sana. Hanya saja si supir tak bisa mengantar kembali karena sudah masuk pool, dan akan kembali ke terminal KL malam harinya.

Kami terpaksa membatalkan perjalanan kami ke Langkawi sore itu. Selain sudah ketinggalan ferry tinggal di negeri orang tanpa passport bisa jadi celaka. Bagaimana pulangnya? Bagaimanapun tas itu harus kembali.

Oleh si supir bus itu kami diberi pilihan untuk menjumpai dia di salah satu terminal yang saya sudah lupa namanya, tapi arahnya menuju Penang. Dia akan menunggu kami di sana sekitar jam 9 malam. Dengan modal yakin dan percaya saja, kami berangkat naik taxi.

Untungnya masih ada uang yang tersisa di tas saya. Itulah yang kami gunakan sebagai uang taxi. Sementara uang perjalanan adanya di tas suami saya. Beruntung supir taxinya ternyata pernah tinggal di Medan. Dongan sahuta tapi beda etnis, sepertinya dia orang Tionghoa. Kami pun berbincang bincang selama perjalanan ke terminal yang dituju tentang masalah yang sedang kami hadapi.

Sampai di terminal, kami langsung ke loket bus tersebut, menunggu supir bus itu belum datang. Tepat jam 9 malam dia datang, membawa tas tersebut kemudian menyerahkan kepada suami saya. Thanks God semua isinya utuh tak kurang satupun.

Dari terminal itu kami melanjutkan perjalanan lagi mencari hotel di Penang. Jelas kami ga tahu seluk beluk kota Penang ini, karena kami belum pernah ke sini. Tapi si supir taxi tadi dengan baik hati mencarikan hotel sekitar pelabuhan ferry menuju Langkawi.

Jam 12 malam kami baru bisa istirahat di hotel yang apa adanya. Kami keluar sebentar cari makan malam untungnya masih ada warung yang buka. Setelah perut kenyang baru bisa merasa lega istirahat. Besok pagi jam 6 harus bangun karena harus mengejar ferry pagi ke Langkawi.

Mungkin inilah perjalanan kami yang paling zigzag dan mendebarkan, kehilangan tas, terdampar di Penang yang bukan tempat tujuan. Tapi kami beruntung bertemu orang orang baik. Ibu pemilik warung, polis Diraja Malaysia, supir taxi dan supir bus yang menyimpan tas suami saya itu.

Langkawi Beach

Jika ada orang yang kamu harapkan berbuat baik untuk kamu tapi kamu tak mendapatkannya dari orang itu, jangan sedih kamu akan mendapatkannya dari orang lain yang tak kamu harapkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.