Mencari Jejak Kingkong di Pulau Tengkorak

Sengaja bikin judulnya biar agak berasa berpetualang ala Indian Jones, padahal ini hanya perjalanan paket wisata yang dipandu oleh tour guide. Begitulah pengalaman yang ingin didapatkan ketika saya sedang memikirkan satu perjalanan. Saya memang pecinta cerita petualangan. Ketika melihat lokasi yang menarik dan membaca informarsi bahwa tempat yang saya pilih ini adalah tempat pembuatan film KingKong yang terkenal itu, saya langsung booking paket lewat penasihat perjalanan aka Tripadvis**.

Bái Đính Temple (Vietnamese: Chùa Bái Đính) or Bái Đính Temple Spiritual and Cultural Complex is a complex of Buddhist temples on Bai Dinh Mountain in Gia Viễn District, Ninh Bình Province, Vietnam. The compound consists of the original old temple and a newly created larger temple. It is considered the largest complex of Buddhist temples in Vietnam and has become a popular site for Buddhist pilgrimages from across Vietnam.[1]
Bai Đính Temple, along with Phát Diệm Cathedral, Hoa Lư Ancient Capital Tam Cốc-Bích Động, Trang An, Cúc Phương is a famous tourist attraction site of Ninh Bình Province. #wikipedia

Ini perjalanan saya yang ketiga kali ke Vietnam melalui Hanoi, ibukota negara Uncle Ho itu. Sebelumnya saya sudah ke Sapa dan Halong Bay, kali ini ke Ninh Binh. Ya, lokasi Pulau Tengkorak atau Kong Islands ini berada di Ninh Binh. Sekitar 2 jam perjalanan dari Hanoi. Tepatnya nama lokasinya adalah Trang An.

Jam 7.45 kami dijemput di Hotel tempat kami menginap di Old Quarter, Hanoi. Bus yang kami tumpangi berisi sekitar 15 orang. Berjalan meninggalkan Hanoi, sampai 2 jam kemudian kami tiba di sebuah Pagoda. Konon katanya ini pagoda terbesar di Asia Tenggara, namanya Bai Dinh Pagoda yang luasnya sekitar 80 ha.

Untuk masuk ke lokasi ini kami harus naik electric car sekitar 10 menit. Tiket masuk sudah disiapkan oleh pihak travel. Pemandangan sekitar terlihat pohon pohon hijau. Cuaca cerah, Udara yang berhembus membuat angin sepoi sepoi. Panas matahari sangat terik menyengat di kepala. Kami diberi topi khas Vietnam sebagai pelindung kepala.

Dermaga keberangkatan

Sekitar satu jam kami berjalan menyusuri lorong koridor pagoda. Sepanjang koridor ada berbagai macam patung Buddha. Juga di Hall utama ada patung Buddha yang sangat besar. Setelah mengitari pagoda ini, kami melanjutkan perjalanan ke Trang An, tempat pembuatan film Kingkong tersebut. Sebelumnya kami berhenti dulu untuk makan siang, yang telah disiapkan oleh pihak travel. Bisa makan sekenyangnya karena dibuat secara buffet.

Topi khas Vietnam Non La

Trang An itu sendiri hampir mirip seperti Ha Long Bay, ada gunung gunung batu kapur atau limestone. Bedanya untuk mengitari tempat ini menggunakan sampan yang bermuatan 3 – 5 orang. Ada satu orang pengayuhnya, tapi untuk mendapatkan suasana berpetualangan saya ikutan mengayuh juga bersama peserta lainnya.

Keindahan gunung batu Trang An

Udara di sekitar ini sangat panas sekali, kami menutup kepala dengan topi khas Vietnam, namanya Non La, luarnya terbuat dari daun kelapa dalam dari daun bambu. Perjalanan mendayung mengitari lokasi Trang An sekitar 2 jam, melalui 3 gua yang panjangnya mencapai 300m.

Keluar masuk Gua

Air yang tergenang di antara gunung gunung batu itu membentuk seperti danau yang airnya bersih banget. Terlihat ada bebatuan dan tanaman lumut di dasar danau. Sepertinya danau itu tak terlalu dalam, tapi kami tak diijinkan berenang di sana meskipun panas teriknya matahari membuat badan ingin kecebur ke air.

Kemudian kami berlabuh di Pulau Kong . Di sana ada sebuah Pagoda, kemudian jalan mengitari pulau tersebut, naik ke atas sedikit mendaki, kemudian turun melintasi jembatan menuju satu perkampungan lokal, yang seperti buatan untuk turis berphoto ria.

Ada sedikit drama yang sempat terjadi di Pulau Kong ini akibat keterbatasan bahasa antara pengayuh sampan dengan saya. Saya pikir dia akan kembali menjemput kami di tempat yang sama kami diturunkan. Tunggu punya tunggu sudah berbotol botol air saya tenggak, saya mulai curiga kok ini pendayung ga datang datang.

Gagal casting jadi pacarnya Kingkong untuk film berikutnya…hahaha

Saya masih santai ketika ada teman seperjalanan orang Jepang yang juga santai ga kepikiran sudah tertinggal di Pulau Kong. Ketika kami mulai saling curiga kami menunggu di tempat yang salah, akhirnya saya putuskan bertanya kepada penjaga Pulau Kong itu. Yaelah, kami salah ! Para pendayung sampan ternyata menunggu di belakang pulau.

Dengan terengah engah kami berjalan terburu buru karena kami sudah telat 30 menit dari 20 menit yang dijanjikan. Untung sang pendayung sampan masih menunggu kami, ada dua sampan yang ketinggalan dari rombongan besar. Sampai di dermaga keberangkatan semula, kami sudah ditunggu sang tour guide dengan muka agak masam hihihi…

Tapi kami santai saja pura pura tak terjadi apa apa. Kalau ditanya kenapa telat baliknya, bilang saja ketemu Kingkong tadi, itu dipikiran saya. Dia hanya bertanya kepada sang pendayung sampan dalam bahasa lokal. Demikian sedikit dramanya berpetualang di Pulau Kong.

Tam Cốc-Bích Động is a popular tourist destination in north Vietnam and part of the Tràng An Scenic Landscape Complex UNESCO World Heritage site.[1] It is located in Ninh Binh province, near the village of Tam Cốc. The closest city is Ninh Binh. It consists of two distinct attractions: Tam Cốc, a flooded cave karst system; and Bích Động, a series of mountain pagodas. #wikipedia

Dari Pulau Kong kami melanjutkan perjalanan ke satu Pagoda lagi, namanya Chua Bich Dong. Sementara sebagian peserta memilih naik sepeda keliling persawahan. Cuaca yang sangat panas membuat sebagian kami memilih pergi ke pagoda saja. Pagoda ini berada di atas pebukitan dengan jalan di sekitar pintu gerbang yang dipenuhi perkebunan tanaman lotus atau teratai di sekitarnya.

Lotusfarm

Inilah tempat kunjungan kami terakhir, selanjutnya kami menuju Hanoi sudah sekitar jam 6 sore. Bus bershenti sekali di perhentian sekedar untuk minum kopi atau teh, sambil menikmati turunnya matahari. Sepanjang perjalanan menuju Hanoi cuaca sangat cerah dengan langit yang memerah jingga. Tiba di Hanoi sudah sekitar jam 9.30 malam.

Matahari tenggelam menuju perjalanan ke Hanoi

Rasa lelah seharian diperjalanan terbayarkan semua dengan indahnya pemandangan sekitar. Meskipun tak ada jejak Kingkong yang saya temukan dan pulau pulau gunung batu tersebut tak menyerupai tengkorak, tapi khayalan saya sudah terbawa ke sana.

Pengalaman ini saya pikir layak untuk dibagikan dan dinikmati oleh para pecinta perjalanan untuk memberi pengalaman yang berbeda. Setidaknya bias melihat bahwa settingan yang di film Kingkong itu benar ada, bukan hayalan. Melihat lebih dekat jauh lebih baik daripada hanya sekedar melihat di filmnya.

Tips dan trik yang perlu saya sampaikan adalah :

  1. Bookinglah paket perjalanan anda secara online, sehingga bisa mengatur waktu lebih baik dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk jam istirahat, karena jalan seharian itu menguras tenaga juga.
  2. Jika udara panas, pilihlah pakaian yang benar benar nyaman dan cepat kering, karena akan sangat keringatan, atau bawa baju ganti.
  3. Jangan lupa bawa kacamata hitam, sunblock dan topi penutup kepala.
  4. Jangan membawa tentengan yang terlalu berat, siapkanlah minum saja secukupnya di tas bawaan.
  5. Perhatikan apa kata tour guide biar gak terjadi drama kesasar, ketinggalan rombongan seperti yang kami alami.
  6. Nikmatilah perjalanan senyaman mungkin, apapun yang terjadi, jangan biarkan biarkan mood yang tak baik menggagalkan acara jalan jalanmu.
  7. Ajaklah bicara teman seperjalanan karena itu sangat membantu untuk minta tolong berphoto, bertanya arah, mengusir rasa bosan, dan lain sebagainya.

Happy Travelling

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.