Kebobolan Kartu Kredit


Untuk orang yang sering melakukan perjalanan dan tinggal di luar negeri, memiliki kartu kredit itu sangatlah penting bahkan boleh dibilang keharusan. Terlebih di era milenial ini yang semuanya sudah serba online. Selain mengirit waktu, membeli online bisa lebih murah karena kita punya waktu berburu dan membandingkan harga produk yang kita mau.

Sebagai seorang traveler milenial, saya sudah memiliki kartu kredit dari sejak 10 tahun yang lalu. Untuk pembelian tiket perjalanan macam tiket pesawat, bus, keretaapi dan voucher hotel, saya lebih suka membelinya secara online. Saya terbiasa mengatur itinerary sendiri dan kartu kredit ini sangat banyak membantunya.

Sepuluh tahun sebagai nasabah setia pemegang kartu kredit saya tak pernah mengalami masalah yang berarti. Semuanya lancar lancar saja. Bahkan pihak bank  tersebut selalu menawarkan kartu baru dengan limit yang lebih tinggi. Karena kebutuhan penggunaan kartu kredit itu tinggi bagi saya, maka saya terima saja selama itu free annual fee.

Masalah itu muncul ketika saya melakukan perjalanan ke India. Saya booking hotel biasanya lewat Agodadotcom. Di awal pihak hotel tidak langsung mencharge pembayaran, tapi pada tanggal tertentu seperti yang sudah tertulis di penawaran, yaitu 3 hari sebelum hari H. Ok baiklah, karena saya tidak pernah bermasalah saat pembelian dengan kartu kredit  saya ok kan saja dengan memasukkan nomor kartu kredit saya untuk dicharge kemudian. Istilahnya booking now, pay later.

Tiga hari sebelum check in kartu kredit saya dicharge, saya terima email bukti transaksi, discharge sekitar jam 2 siang. Waktu itu saya sudah di Delhi, sementara hotel yang saya booking itu di Jaipur. Karena dalam perjalanan kami tak selalu dapat internet, kadang seharian saya tak dapat notifikasi apapun.

Pas kami sedang makan malam, saya coba minta wifi yang punya restoran. Begitu online, email bermasukan, kok banyak banget. Saya bukalah itu email, astaga ! Ada 9 email transaksi kartu kredit di hari yang sama dengan rentang waktu beda menit saja, transaksi dilakukan ditanggal yang sama sekitar jam 8 malam. Saya gaet ! Panik sudah pasti, ini jam sudah malam.  Selera makan saya langsung hilang. Kartu kredit saya ada yang bobol itu sudah pasti. Saya harus segera memblokirnya.

Saya dan suami mencoba minta bantuan pihak hotel tempat kami menginap di Delhi, sayangnya mereka tak ada layanan sambungan langsung international. Saya coba pakai nomor Indonesia yang kebetulan saya bawa, tak bisa juga karena minta registrasi dulu. Duh, rempongnya. Dan sebagai informasi di India memang agak susah melakukan sambungan international. Apalagi untuk turis.

Akhirnya kami minta bantuan satu counter jasa pengiriman barang. Setelah menceritakan masalah saya, petugas counter itu mau membantu kami dengan melakukan sambungan international menggunakan hp dan simcardnya. Saya telephon callcenter untuk melakukan pemblokirann, tapi dua kali penyambungan tak ada yang angkat. Ya iyalah ini kan sudah jam tidur di Indonesia, mana ada lagi petugas yang online selain mesin penjawab. Lemas saya …

Tiba tiba saya ingat, saya ada punya nomor kontak karyawan bank penerbit kartu kredit itu. Saya coba kirim pesan lewat WA minta tolong kartu kredit saya segera diblokir. Tentunya saya pasrah saja, karena itu bukan tugas dia sebenarnya seandainya dia menolak. Tapi dewi fortuna masih berpihak dengan saya, WA saya dijawab keesokan harinya. Done ! Kartu kredit saya sudah diblokir.

Saya lega, tapi tetap dengan rasa kesal sambil menghitung berapa nilai yang dibobol pencuri sialan itu.  Lumayan tapi ga sampai bikin saya bangkrut, tapi kesal iya ! Kok bisa ? Itu pertanyaan yang bertubi tubi di kepala saya, setelah 10 tahun pemakaiannya kok bisa saya kebobolan padahal saya cukup hati hati menggunakannya. Hanya untuk yang penting penting saja.

Setelah kembali dari India, saya menghubungi callcenter untuk mengajukan sanggahan atau bantahan transaksi dari email yang saya terima. Dari Yangon lebih mudah melakukan sambungan international, ga pake ribet dan harganya murah pulak. Saya bicara dengan pihak callcenter panjang kali lebar, akhirnya mereka mengirimkan form surat sanggahan yang harus saya isi dengan melampirkan fotokopi kartu kredit, KTP. Semua saya lengkapi.

Dari pihak callcenter saya dapat jawaban akan diproses 45 hari kerja karena harus diselidiki dulu. Saya harus bersabar. Saat ini saya masih trauma pakai kartu kredit  yang lain, untungnya yang kebobolan itu kartu dengan limit kecil, kalau limit yang besar ? Saya tak bisa membayangkan lelah hayatinya.

Untuk kasus seperti ini tentunya tak hanya dialami oleh saya. Banyak pengguna kartu kredit yang dibobol oleh orang pihak yang tak bertanggungjawab, yang cuman duduk depan laptop tapi bisa menikmati hasil jerih payah orang. Saya sangat berharap pihak bank penerbit kartu kredit lebih  meningkatkan keamanan system mereka. Bagaimanapun maling selalu lebih lihai.

Setelah menunggu proses investigasi sebelum 45 hari saya mendapat informasi dari billing statement bahwa transaksi tersebut sudah dibatalkan. Semula saya bayar penuh semua tagihan dan dikembalikan dalam bentuk kredit di akun kartu kredit saya.

Tips dan trik : Untuk transaksi online, lebih baik melakukan pay now daripada pay later jika itu menggunakan kartu kredit, jadi proses transaksi bisa dipantau. Jangan pernah memberi 3 nomor dibelakang kartu kredit anda pada siapapun , apapun alasannya. Lebih baik beli bayar transfer saja jika memang urgent dan ada pilihan transfer.

Usahakan memiliki nomor kontak dengan petugas bank anda, karena itu sangat membantu. Jangan meninggalkan atau menyimpan data kartukredit anda pada website dimana anda melakukan transaksi, segeralah hapus atau pilih tanda tidak menyimpan. Simpanlah kartukredit anda ditempat yang aman, jika tak penting banget lebih baik ditinggal dirumah saja.

Dan yang terpenting, berikanlah data email atau nno hp yang lengkap dan benar kepada pihak bank, sehingga setiap notifikasi transaksi bisa diterima dengan baik sebagai bukti transaksi.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.